ADAT ISTIADAT SUKU SUNDA YANG HARUS ANDA KETAHUI DI ERA MODERN

ADAT ISTIADAT SUKU SUNDA YANG HARUS ANDA KETAHUI DI ERA MODERN
Read Time:3 Minute, 33 Second

Informasi pendidikan seputar adat istiadat suku Sunda harus kita sebarluaskan ke seluruh generasi penerus bangsa. Paling tidak, ini akan menjadi bukti kalau Jabar khususnya dan Indonesia umumnya adalah sepetak wilayah yang memiliki banyak kebudayaan. Tentunya ini harus kita lakukan jika hasil cipta dan karya nenek moyang tersebut tidak ingin punah tertelan jaman. 

Karena ilustrasi tadi, maka pada artikel kabar pendidikan dan kebudayaan kali ini akan kami jelaskan tentang ada istiadat yang ada di suku Sunda. Harapannya semoga semakin banyak generasi muda yang mengenal esensi dari kebudayaan. Jadi, silakan simak ini dia adat istiadat Sunda berikut:

1. Adat Istiadat Suku Sunda: Seren Taun

Tradisi Sunda yang layak kita jadikan sebagai informasi pendidikan dan tradisi Indonesia ialah Adat Seren Taun. Ini merupakan upacara tradisional khas Jawa Barat yang masih eksis sampai saat ini. Biasanya ritual mereka lakukan pasca panen ketika petani sudah menikmati hasil bercocok tanam. 

Di dalam ritual Adat Seren Taun masyarakat akan mengangkut padi dari sawah untuk dimasukkan ke dalam Leuit atau lumbung. Uniknya, hasil tanam tersebut mereka pikul menggunakan pikulan Rengkong yang terbilang paling kuno di Sunda. Sedangkan dari sawah sampai ke lumbung musik yang syahdu mengiringi para petani. 

2. Upacara Tingkeban

Upacara Tingkeban adalah acara ritual adat Suku Sunda ketika ada keluarga yang hamil usia 7 bulan. Ada filosofis tersendiri dari tradisi ini yaitu pengharapan agar si ibu dan janin mendapatkan keselamatan ketika lahir nanti. Karena itu acara Tingkeban sejatinya menjadi acara tradisi yang harus selalu ada dalam budaya. 

Menurut informasi terbaru dari https://academia.co.id/ ketika ibu hamil sudah melakukan acara Tingkeban maka dia tidak boleh berhubungan dengan suaminya. Karena konon akan terjadi hal buruk pada si ibu maupun si calon bayi di dalam rahim. Ini selaras dengan makna etimologi Tingkeban yang berarti tertutup, maksudnya sudah tidak ada lagi hubungan sebadan sampai 40 hari pasca lahiran. 

3. Adat Istiadat Suku Sunda: Pesta Laut

Orang Sunda ada tradisi unik yang bernama Adat Pesta Laut. Ritual ini juga layak menjadi informasi pendidikan dan tradisi yang mencerahkan. Utamanya bagi para pemuda Sunda agar lebih mengenal adat istiadat daerahnya dan bangsanya sendiri. Sekilas ritual ini mirip Petik Laut di Madura. 

Sebagian besar ritual Pesta Laut dilakukan di pantai seperti di Pelabuhan Ratu dan Pangandaran. Tujuan ritual ini ialah sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan karena telah memberikan anugerah hasil tangkapan ikan yang banyak. Acara juga menjadi pengharapan agar nelayan senantiasa mendapatkan keselamatan saat sedang di tengah laut. 

4. Upacara Sepitan/ Sunatan

Upacara Sepitan atau sunatan adalah adat Sunda yang masih lestari sampai sekarang. Tujuan dari acara ialah agar anak laki-laki ini menjadi terbersihkan dari segala macam kotoran. Kalau untuk perempuan biasanya Sepitan dilangsungkan saat usia si anak masih bayi. 

Di dalam acara Sepitan biasanya pihak keluarga mengundang Paraji dan kerabat dekat. Mereka melakukan kenduri kecil-kecilan dengan kesenian seperti Tanjidor, Ondel-Ondel dan semacamnya. Dalam ritual ini juga ada kegembiraan karena salah seorang anak sudah baligh dan siap mengemban tugas sebagai manusia dewasa. 

5. Adat Istiadat Suku Sunda: Papadangan

Di Sunda ada satu tradisi yang masih tetap terjaga kelestariannya, namanya adalah Papadangan. Kebudayaan ini identik dengan jiwa sosial masyarakat Sunda yang begitu tinggi. Sehingga pemerintah setempat pun berharap tradisi luhur tersebut tidak hilang dari Bumi Pasundan. 

Di dalam Tradisi Papadangan salah seorang warga memasak masakan tradisional dalam jumlah banyak. Setelah itu dia memanggil kerabat dan tetangga untuk makan bersama-sama di rumahnya. Jika ingin lebih seru biasanya makannya di tepi pantai dan diiringi alunan musik khas Sunda. 

6. Tari Jaipong

Nah, siapa yang tidak kenal dengan Tari Jaipong. Ini merupakan tradisi tarian yang muncul pertama kali di Suku Sunda. Popularitasnya terus meningkat ketika banyak lagu dangdut mengadopsi musik ala Jaipongan yang perintis pertamanya adalah Goyang Karawang yang dinyanyikan oleh Lilis Karlina. 

Baca juga: KEUNGGULAN INSTAGRAM UNTUK BISNIS

Menurut kabar pendidikan dan budaya Sunda,  Tari Jaipong sudah ada sejak jaman kolonial Belanda. Oleh sebab itu, banyak film perjuangan jaman dulu yang memasukkan unsur Jaipong di setiap adegan pesta. Untuk saat ini Tari Jaipong sudah modern karena telah mengikutsertakan alat musik kontemporer seperti keyboard dan gitar. 

Itulah beberapa adat istiadat suku Sunda yang perlu dilestarikan. Jika ingin mendapatkan informasi pendidikan dan kebudayaan dari seluruh Indonesia, silakan akses situs https://academia.co.id/. Di sana ada banyak kabar dan ilmu yang bisa didapatkan terkait tradisi, tarian, bahasa, budaya dan selainnya.